Jumat, 31 Mei 2013

MAKALAH ILMU SOSIAL dan BUDAYA DASAR (ISBD)





PENGARUH  KEMAJUAN  IPTEK  TERHADAP PERUBAHAN  SOSIAL  BUDAYA
Makalah ISBD (SBD.18)
Rabu, Pukul 14:20 di Ruang 1 Perpustakaan






Oleh
Rizky Ayu Dhiaztari
121810201034









UNIT  PELAKSANA  TEKNIS
BIDANG STUDI MATA KULIAH UMUM
UNIVERSITAS JEMBER
Semester Genap 2012-2013






KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.

            Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. , yang telah memberikan rahmat , taufik, serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah yang berjudul " Pengaruh Kemajuan IPTEK Terhadap Perubahan Sosial Budaya Masyarakat " , guna memenuhi salah satu tugas  mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar tahun ajaran 2012/2013.
            Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Misno A. Latief selaku dosen pengampu mata kuliah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar, kedua orang tua kami dan teman-teman yang secara langsung maupun tidak telah turut mendukung terselesaikannya makalah ini.
            Makalah berupa hasil studi pustaka ini kami susun dengan menggunakan metode pustaka dengan sumber berupa buku dan browsing dari internet. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi susunan maupun isinya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan penulisan makalah ini.
            Kami  berharap semoga makalah Ilmu Sosial dan Budaya Dasar yang kami susun dengan judul " Pengaruh Kemajuan IPTEK Terhadap Perubahan Sosial Budaya Masyarakat " dapat memberi manfaat bagi pembaca. Aamiin.




Jember, 15 Mei 2013


Penulis            


DAFTAR ISI

Halaman Judul................................................................................................ i
Kata Pengantar .............................................................................................. ii
Daftar Isi ....................................................................................................... iii
BAB 1. PENDAHULUAN ........................................................................... 1         
1.1  Latar Belakang ........................................................................................ 1         
1.2  Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3  Tujuan ..................................................................................................... 3
1.4  Manfaat ................................................................................................... 3         
BAB 2. PEMBAHASAN .............................................................................. 5         
2.1  Pengertian dan Faktor Perubahan Sosial-Budaya ...................................... 5         
2.2  Kkonsep Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi .............................................. 10         
2.3  Masalah-masalah Perkembangan IPTEK  ................................................. 11
2.4  Pengaruh Perkembangan IPTEK terhadap Kehidupan Masyarakat ........... 14       
BAB 3. PENUTUP ....................................................................................... 21       
3.1  Kesimpulan .............................................................................................. 21       
3.2 Saran ....................................................................................................... 22
Daftar Pustaka ............................................................................................... 23






BAB 1. PENDAHULUAN

   1.1   Latar Belakang

Sebuah perubahan tentu dialami oleh setiap orang dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam hidup bermasyarakat, tentunya kita senantiasa berhubungan dengan orang lain dan tumbuh berkembang dalam lingkungan sosial. Dalam bersosialisasi dengan dunia luar tersebut, ada perubahan yang menyelimuti dan menghiasi setiap jejak hidup umat manusia di dunia ini. Perubahan yang selalu terjadi dalm kehidupan ini, seringkali mencakup perubahan dalam nilai sosial dan budaya.  Perubahan sosial dialami oleh setiap masyarakat yang pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dengan perubahan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Perubahan sosial dapat meliputi semua segi kehidupan masyarakat, yaitu perubahan dalam cara berpikir dan interaksi sesama warga menjadi semakin rasional; perubahan dalam sikap dan orientasi kehidupan ekonomi menjadi makin komersial; perubahan tata cara kerja sehari-hari yang makin ditandai dengan pembagian kerja pada spesialisasi kegiatan yang makin tajam; perubahan dalam kelembagaan dan kepemimpinan masyarakat yang makin demokratis; perubahan dalam tata cara dan alat-alat kegiatan yang makin modern dan efisien, dan lain-lainnya.
Dari berbagai fenomena kehidupan serta merujuk pada pendapat para ilmuwan, dapat kita ketahui bahwa perubahan sosial, yaitu suatu proses perubahan, modifikasi, atau penyesuaian-penyesuaian yang terjadi dalam pola hidup masyarakat, yang mencakup nilai-nilai budaya, pola perilaku kelompok masyarakat, hubungan-hubungan sosial ekonomi, serta kelembagaan-kelembagaan masyarakat, baik dalam aspek kehidupan material maupun nonmateri.
Dalam perubahan sosial-budaya, aspek yang seringkali disangkut-pautkan dalam kehidupan manusia adalah segi perkembangna ilmu pengetahuan dan teknologi. Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin-mesin otomatis, Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktifitas manusia. Ringkas kata kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.
Meskipun teknologi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi sinonim dengan kebenaran. Sebab iptek hanya mampu menampilkan kenyataan . Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekedar kenyataan obyektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja iptek tidak mengenal moral kemanusiaan, oleh karena iptek tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah manusia.
Melalui penyusunan makalah ini, akan dikupas pengaruh IPTEK terhadap perubahan sosial-budaya dalam kehidupan manusia.

   1.2  Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang dibahas dalam makalah yang berjudul “Pengaruh Kemajuan IPTEK Terhadap Perubahan Sosial Budaya Masyarakat” adalah sebagai berikut:
      a.       Apa pengertian dan faktor-faktor dari perubahan sosial budaya?
      b.      Bagaimana konsep ilmu pengetahuan dan teknologi?
      c.       Bagaimana permasalahan yang timbul dalam perkembangan iptek?
      d.      Bagaimana pengaruh perkembangan iptek dalam kehidupan masyarakat?
      e.       Bagaimana dampak iptek terhadap perubahan sosial budaya masyarakat?

   1.3 Tujuan

Berdasar pada rumusan masalah tersebut, maka tujuan dalam pembuatan makalah yang berjudul “Pengaruh Kemajuan IPTEK Terhadap Perubahan Sosial Budaya Masyarakat” adalah sebagai berikut:
a.       Untuk memahami pengertian dan faktor-faktor yang terdapat dalam perubahan sosial budaya
b.      Untuk memahami konsep ilmu pengetahuan dan teknologi
c.       Untuk memahami permasalahn yang timbul dalam perkembangan iptek
d.      Untuk memahami pengaruh perkembangan iptek dalam kehidupan masyarakat
e.       Untuk memahami dampak ynag ditimbulkan dari pekembagan iptek terhadap perubahan sosial budaya

   1.4 Manfaat

Manfaat yang dapat peroleh dengan pembuatan makalah yang berjudul “Pengaruh Kemajuan IPTEK Terhadap Perubahan Sosial Budaya Masyarakat” adalah sebagai berikut:
a.       Kita dapat mengetahui pengertian dan faktor-faktor yang terdapat dalam perubahan sosial budaya   
b.      Kita dapat mengetahui konsep ilmu pengetahuan dan teknologi
c.       Kita dapat mengetahui permasalahn yang timbul dalam perkembangan iptek
d.      Kita dapat mengetahui pengaruh perkembangan iptek dalam kehidupan masyarakat
e.       Kita dapat mengetahui dampak ynag ditimbulkan dari pekembagna iptek terhadap perubahan sosial   budaya





BAB 2. PEMBAHASAN


2.1.   Pengertian dan Faktor Perubahan Sosial-Budaya
Ada dua pendapat yang dikutip dalam makalah ini mengenai pengertian perubahan sosial-budaya melalui pendapat dua ilmuwan, yakni:
1.       W. Kornblum dalam buku yang berudul “Sociology in Changing World berpendapat
bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan suatu budaya dalam masyarakat secara
bertahap dalam jangka waktu lama.
2.     Max Weber dalam buku yang berjudul “Sociological Writingsmengemukakan bahwa perubahan sosial budaya adalah perubahan situasi dalam masyarakat sebagai akibat adanya ketidaksesuaian unsur-unsur.
3.     William F. Ogburn mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang fokusnya adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan materiil terhadap unsur-unsur immateriil.
4.     Kingsley Davis mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Dari definisi ini dapat dijelaskan bahwa, dalam perubahan sosial yang mengalami perubahan adalah struktur sosial dan sistem sosialnya.
5.     Mac Iver lebih membedakan antara utilitarian elements dengan cultural
elements yang didasarkan pada kepentingan-kepentingan manusia yang primer
dan sekunder. Utilitarian elements disebut dengan civilization. Artinya semua mekanisme dan organisasi yang dibuat manusia dalam menguasai kondisi-kondisi kehidupannya, termasuk di dalamnya sistem-sistem organisasi sosial, teknik dan alat-alat material. Oleh karena itu, perubahan sosial yang terjadi juga menurut Iver seputar cultural elements dan utilitarian element tersebut.
6.    J.P. Gillin dan J.L. Gillin mengemukakan bahwa perubahan-perubahan sosial sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuanpenemuan baru dalam masyarakat.
7.      Samuel Koening mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern yang menimbulkan perubahan.
8.    Selo Soemardjan mendefinisikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Penekanan definisi ini tertumpu pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, dimana perubahan yang terjadi akan mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.

Perubahan sosial merupakan segala perubahan dalam masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikapsikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat, yang berpengaruh terhadap masyarakat yang bersangkutan baik secara materiil maupun immateriil. Bedakan dengan perubahan budaya yang fokusnya adalah perubahan dalam segi budaya, seperti penemuan dan penyebaran mobil, penambahan kosakata dalam bahasa, bentuk seni baru, dan sebagainya
(Aman ; Grendy Hendrastomo ; Nur Hidayah)

Pada dasarnya perubahan sosial dan perubahan budaya itu berbeda, namun memiliki keterkaitan. Suatu perubahan sosial pasti berpengaruh pada perubahan budaya, sementara budaya tidak mungkin lepas dari kehidupan sosial masyarakat. Karena itu sering disebut perubahan sosial budaya untuk mencakup kedua perubahan tersebut.
Perubahan sosial dan budaya memiliki satu aspek yang sama, yaitu kedua-duanya menyangkut perbaikan dan penerimaan cara-cara baru bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Perubahan sosial dan perubahan budaya meski memiliki keterkaitan yang erat, namun dapat kita jumpai perbedaannya jika dilihat dari arahnya:
a.       Perubahan sosial merupakan perubahan dari segi struktur sosial dan hubungan sosial masyarakat.
b.      Perubahan budaya merupakan perubahan dalam segi budaya masyarakat.

Adapun perbedaannya dilihat dari segi yang dipengaruhi:
a)      Perubahan sosial terjadi dalam segi pendidikan, tingkat kelahiran penduduk, dan distribusi kelompok umur.
b)      Perubahan budaya terjadi pada bentuk kesenian, kesetaraan gender, konsep nilai susila dan moralitas, penemuan baru, dan penyebaran masyarakat. Perubahan kebudayaan ini jauh lebih luas dari perubahan sosial karena meliputi banyak aspek, seperti kesenian, iptek, aturan hidup, dan lain-lain.
Perubahan sosial biasanya memiliki beberapa ciri, di antaranya seperti yang diungkapkan oleh Moore yaitu:
a.       Tidak ada masyarakat yang perkembangannya berhenti, karena masyarakat akan mengalami perubahan (cepat atau lambat) dan berlaku secara tetap.
b.      Perubahan-perubahan itu tidak bersifat sementara maupun terpisah karena perubahan terjadi secara berurutan.
c.       Perubahan sosial memiliki asas ganda.
d.        Inovasi dan isu-isu akan mempengaruhi perubahan sosial.
e.         Perubahan sosial akan memberi akibat yang lebih luas pada pengalaman individu.

Faktor-Faktor Penyebab Perubahan Sosial Budaya
a. Perubahan dari dalam Masyarakat
a)      Perubahan jumlah penduduk. Perubahan jumlah penduduk akan menimbulkan perubahan pada kebutuhan hidup, seperti sandang, pangan, dan papan. Selain itu penduduk yang bertambah akan menyebabkan tempat tinggal yang semula berpusat di keluarga nesar menjadi terpencar karena faktor pekerjaan. Contoh perubahan penduduk adalah program transmigrasi dan urbanisasi.
b)      Pemberontakan atau revolusi, yang berpengaruh besar pada lembaga-lembaga masyarakat dan struktur masyarakat. Sebagai contoh G 30 S/PKI yang berakibat dilarangnya paham komunis si Indonesia.
c)      Peranan nilai yang diubah. Misalnya program keluarga berencana yang mampu mengubah pandangan masyarakat untuk mengurangi jumlah kelahiran anak.
d)     Peran tokoh karismatik, karena tokoh ini adalah tokoh yang disegani dan dihormati di masyarakat, maka masyarakat akan cenderung mengikuti arah tokoh tersebut. Seperti Ir. Soekarno yang memiliki karisma di masyarakat karena keahliannya berpidato.
e)      Penemuan baru. Penemuan baru terbagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1)      Inovasi, yaitu proses proses perubahan sosial budaya yang besar tapi terjadi dalam waktu singkat.
2)      Discovery, yaitu penemuan unsur kebudayaan baru oleh seorang atau beberapa individu.
3)      Invention, yaitu saat ketika masyarakat sudah mengakui, menerima, dan menerapkan penemuan baru tersebut.

b. Perubahan dari Luar Masyarakat
a)      Faktor alamiah, jika tempat tinggal masyarakat adalah pantai, maka masyarakat akan cenderung berprofesi sebagai nelayan. Selain itu jika terjadi bencana alam, maka masyarakat akan pindah ke daerah lain sehingga masyarakat akan beradaptasi dengan lingkungan baru tersebut dan melahirkan budaya baru.
b)      Peperangan, yang pasti menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat.
c)      Pengaruh kebudayaan masyarakat lain, ketika dua masyarakat saling berinteraksi. Interaksi tersebut akan menimbulkan perubahan pola pikir dan selanjutnya bisa terjadi akulturasi atau asimilasi.
Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan dimana kebudayaan setempat masih terlihat. Sering dianalogikan dengan rumus A+B=AB, dengan A=kebudayaan asing dan B=kebudayaan setempat. Asimilasi adalah percampuran dua kebudayaan yang menghasilkan kebudayaan yang baru sama sekali. Dianalogikan dengan rumus A+B=C, dengan A=kebudayaan asing, B=kebudayaan setempat, dan C=kebudayaan baru.
Dalam proses perubahan sosial budaya akibat interaksi masyarakat sering dijumpai istilah difusi, yaitu penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari sekelompok masyarakat ke kelompok masyarakat lain.

Faktor pendorong perubahan Sosial Budaya
a.       Penemuan baru.
b.      Perubahan jumlah penduduk.
c.       Pertentangan/konflik.
d.      Pemberontakan/revolusi.
e.       Keterbukaan masyarakat.
f.       Akulturasi.
g.      Asimilasi.
h.      Sistem pendidikan yang maju.
i.        Keinginan untuk maju dan orientasi ke masa depan.
j.        Sikap menghargai hasil karya seseorang.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
a.       Sikap masyarakat yang tradisional.
b.       Perkembangan IPTEK yang terhambat.
c.        Adat istiadat dan hambatan ideologis.
d.       Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain.
e.        Rasa takut akan terjadi ketidakseimbangan kebudayaan.
2.2.   Konsep Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Pengetahuan merupakan pengalaman yang bermakna dalam setiap diri manusia yang tumbuh sejak dilahirkan. Oleh karena itu manusia yang normal sudah pasti memiliki pengetahuan. Pengetahuan mempunyai sifat yang acak. melalui proses yang panjang diorganisasikan dan disusun menjadi bidang-bidang ilmu, selanjutnya limu itu dikelompokkan menjadi ilmu eksak (ilmu pengetahuan alam) dan non eksak (ilmu pengetahuan social). Prinsip yang membedakan antara ilmu dan pengetahuan adalah ilmu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1.         Disusun secara sistematik
2.         Ada obyek kajiannya
3.         Ada ruang lingkupnya kajiannya
4.         Menggunakan suatu metode tertentu
Dalam pengetahuan ciri-ciri tersebut tidak ada. Ilmu pengetahuan merupakan kumpulan fakta-fakta dan aturan-aturan yang ada hubungannya antara satu dengan lainnya. Ilmu pengetahuan sangat penting dalam kehidupan manusia, karena dengan ilmu pengetahuan manusia dapat mengembangkan daya kemampuan yang dimiliki.

Perkembangan ilmu pengetahuan selalu diikuti oleh perkembangan teknologi.Teknologi adalah suatu studi sistematik akan teknik-teknik untuk membuat danmengerjakan berbagai benda, sedang ilmu adalah usaha sistematik untuk memahami dan menfsirkan dunia.
(Robert Angus Buchaman.2006:136).Tjakraatmadja(1997), mengemukakan lima sifat pokok teknologi yang perlu dipahami, antara lain:
1.   Ilmu pengetahuan dan praktik/percobaan merupakan prasyarat untuk tumbuh dan berkembangnya teknologi. Teknologi yang telah dikuasai akan berkembang jika sudah terbagi dan termanfaatkan.
2.   Teknologi dapat berupa kompetensi yang melekat pada diri manusia, dapat berwujud fisik yang melekat pada mesin dan peralatan maupun informasi yang diwadahi oleh sistem dan organisasi. Teknologi sangat diperlukan olah manusia baik berupa benda fisik, keahlian, keterampilan, maupun berupa dokumen informasi (misalnya buku, majalah, jurnal).
3.   Teknologi tidak memberikan nilai guna jika tidak diterapkan atau tidak terbagi dan tidak terpakai secara tepat guna. Sebagai contoh, Indonesia pernah mengimpor traktor yang dipergunakan untuk mengolah lahan sawah yang luas. Setelah tiba di Indonesia ternyata alat tersebut tidak dapat digunakan karena lahan sawah di pulau Jawa kecil-kecil, di luar pulau Jawa lahannya memang luas tetapi jumlanya sedikit. Jadi alat tersebut tidak efektif, karena traktor tersebut tidak berdaya guna dan tidak tepat sasaran.
4.   Sebagai salah satu asset perusahaan, teknologi dapat ditemukan,dikembangkan, atau bahkan tidak bernilai guna jika teknologi yang dimiliki sudah kadaluwarsa. Hal ini menunjukkan bahwa teknlogi bersifat dinamis dan mempunyai siklus hidup yang panjang.
5.   Pada umumnya teknologi digunakan untuk mensejahterakan masyarakat atau meningkatkan kualitas hidup manusia.

Hubungan antara pengetahuan dengan ilmu (ilmu pengetahuan) dan teknologi sangat erat, oleh karena itu dalam kehidupan sehari-hari timbullah ucapan yang sangat popular yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi atau sering disingkat dengan Iptek.

2.3. Masalah-Masalah Perkembangan Iptek

Sejalan dengan perkembangan Iptek yang sangat cepat, juga dihadapkan pada banyak masalah. Masalah tersebut antara lain:
1.   Kebijakan yang sesuai dengan perkembangan Iptek. Kebijakan penerapan dan perkembangan perlu diarahkan untuk mencari pemecahan masalah besaryang masih harus dihadapi dalam pembangunan jangka panjang, misalnyamasalah pengangguran, kemiskinan, pembangunan daerah-daerahterbelakang di kawasan Indonesia bagian timur, dan masalah-masalah sosiallainnya. Dengan perkataan lain, Iptek harus diarahkan pada peningkatankesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
2.    Perlu dipikirkan strategi yang tepat, baik dalam arti prosesnya, hasilnya maupun peran serta dari pelaku Iptek, terutama para peneliti harus disediakanfasilitas penelitian yang memadai, misalnya dana dan tenaga. Demikian pula halnya dengan optimalisasi pendayagunaan berbagai sumber daya tersebut.
3.    Sektor produksi, kegiatan produksi di Indonesia baru sampai padapemanfaatan kemajuan teknologi yang terkandung dalam berbagai peralatanyang digunakan.
4.    Ragam kegiatan penelitian dan pengembangannya. Kemitraan antara industridan dunia usaha dengan lembaga litbang masih lemah. Walaupun sebenarnyadi tingkat nasional telah dilakukan berbagai investasi untuk mengembangkanlembaga litbang, laboratorium penelitian, dan pusat-pusat pelayananteknologi, namun dampaknya terhadap perkembangan industri belum meluas.Perkembangan Iptek akan betul-betul bermanfaat bagi kesejahteraan manusia jika permasalahan tersebut segera diatasi.

Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan pokok-pokok kebijakan (Rahardi Ramelan:2007), sebagai berikut:
a.     Mengembangkan nilai-nilai Iptek dan membentuk budaya Iptek di masyarakat
b.    Mendorong kemitraan riset
c.     Mempercepat upaya manufaktur progresif
d.    Meningkatkan mutu produk dan proses produksi, produktivitas, efisiensi, daninovasi dalam penguasaan Iptek
e.     Meningkatkan kualitas, kuantitas, dan komposisi sumber daya manusia Iptek
f.     Mengembangkan penataan dan pengelolaan kelembagaan Iptek

Kebijaksanaan tersebut tidak lain adalah untuk mengembangkan nilai-nilai dan budaya Iptek di masyarakat. Oleh karena itu nilai-nili dan budaya Iptek harus dikenalkan kepada masyarakat sedini mungkin, baik melalui lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Adapun tekananya adalah membentuk sumber daya manusia yang memiliki kemampuan memanfaatkan, menyebarluaskan pemahaman, dan penerapan asas Iptek. Selain itu juga mengembangkan sikap menghargai ilmuwan yang berprestasi dalam bidang Iptek.
Melihat masalah-masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia pada masa yang akan datang, menurut Tarsis Tarmuji (1991:128-130), ada 3 macam teknologi yang harus dibina dan dikembangkan, antara lain:
1.      Teknologi Maju, yaitu teknologi yang berkaitan dengan berbagai bidang yang vital untuk masa depan bangsa Indonesia antara lain produksi ekstratif (khususnya bidang metalorgi dan teknologi mineral) dan penelitian serta pengembangan bidang energi, (khususnya tenaga nuklir).
2.      Teknologi Adaptif, yaitu perkembangan teknologi dan hasil penemuan yang bersumber pada penelitian dan pengembangan di negara-negara maju yang masih harus diolah. Artinya disesuaikan dan diserasikan dengan pertimbangan-pertimbangan dan pengembangan di bidang teknologi adaptif harus memperhatikan penyerapan tenaga kerja dan penggunaan bahan dalam negeri. Harus diperhatikan bahwa teknologi adaptif dalam proses produksi tidak boleh mengorbankan jumlah maupun kualitas produksi. Pembinaan dan pengarahan teknologi adaptif ini seyogyanya ditujuakan pada masalah sandang, pangan, dan pemukiman.
3.      Teknologi Protektif, yaitu teknologi yang ditujukan pada pemeliharaan, perlindungan, dan pengamanan ekosistem. Asas-asas teknologi protektif berkisar pada aspek konservasi, restorasi, dan generasi segenap sumber daya alam dan manusia yang ada dalam masyarakat kita.



2.4.   Pengaruh Perkembangan Iptek terhadap Kehidupan Masyarakat

Kemajuan yang sering diartikan sebagai modernisasi, menjanjikan kemampuan manusia untuk mengendalikan alam melalui ilmu pengetahuan, meningkatkan kesejahteraan material melalui teknologi, dan meningkatkan efektivitas bermasyarakat melalui penerapan organisasi yang berdasarkan pertimbangan rasional. Tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan suatu bangsa tergantung pada penguasaan Iptek. Dengan Iptek pula manusia dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah dibayangkan.
Eksistensi Iptek dalam suatu masyarakat merupakan kekayaan budaya yang sangat penting bukan hanya bagi masyarakat yang bersangkutan, melainkan untuk seluruh umat manusia. Kemajuan Iptek sangat ditentukan oleh keberadaan kebudayaan yang menghidupkan dan mendukung semangat untuk mengeksplorasi dunia yang belum diketahui. Inilah yang sering disebut melakukan penelitian atau riset. Menurut Rahardi Ramelan (2007:27), dipandang dari sudut budaya, perkembangan Iptek suatu masyarakat atau suatu bangsa dapat dijelaskan dalam hubungannya dengan faktor-faktor sebagai berikut:
1.         Konstelasi nilai-nilai dalam masyarakat atau bangsa dan komitmen masyarakat secara keseluruhan yang menyalurkan motivasi untuk mendukung, meyakini, atau menerapkan Iptek dalam berbagai tingkatan maupun jenis penggunaannya.
2.         Kemampuan sistem Iptek nasional dalam menghasilkan dan memasarkan hasil-hasil penelitiannya serta mendorong penerapannya secara efisien dan efektif dalam seluruh aspek kehidupan.
3.         Struktur lembaga-lembaga yang bergerak di bidang Iptek yang menjembatani proses kreatif dan inovatif para penelitinya.

Hasil teknologi telah masuk dalam kehidupan masyarakat sehari-hari sedemikianrupa sehingga orang menganggapnya bahwa teknologi sebagai suatu hal yang biasa. Orang tidak lagi mempertanyakan kapan dan bagaimana suatu alat untuk pertama kali ditemukan, dan bagaimana alat tersebut sampai dapat bekerja dan digunakan. Beberapa contoh hasil teknologi yang telah membantu manusia untuk kemudahan hidupnya, antara lain : perkembangan alat transportasi (darat, laut, udara) yang semula berfungsi sebagai pengangkut barang dan manusia, secara tidak langsung juga membawa informasi. Perkembangan jalan sebagai prasarana dan transportasi sebagai sarananya selain dapat mendekatkan jarak juga dapat memecahkan masalah daerah terpencil. Jalan dan transportasi dapat menjadi urat nadi perekonomian dalam proses distribusi barang.

Namun demikian tidak ada orang atau daerah/negara yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Dari sinilah muncul saling ketergantungan, salah satunya didukung oleh sarana transportasi. Pemanfaatan transportasi untuk perdagangan tidak hanya membawa barang, melainkan juga membawa kebiasaan, agama, bahasa, pengetahuan, dan teknologi. Semakin berkembangnya alat transportasi, interaksi antar individu, antar kelompok, antar negara menjadi lebih intensif baik interaksi secara lokal, nasional, maupun global. Bahkan dengan transportasi pula maka angkasa luar dapat ditembus dan dipelajari. Namun demikian kemajuan alat transportasi tersebut dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu, misalnya untuk penyelundupan obat-obat terlarang, teroris, dan dokumen-dokumen penting.

Bidang teknologi informasi, adalah teknologi yang digunakan untuk menyimpan, mengasilkan, mengolah, dan menyebarluaskan informasi. Hampir sebagian kehidupan kita dikelilingi oleh teknologi informasi baik yang sederhana maupun yang canggih. Misalnya kita akan berkomunikasi atau menyampaikan pesan yang sangat penting di tempat yang jauh, kita dengan mudah menggunakan jasa telepon. Alat ini memudahkan kita untuk menyampaikan pesan dalam waktu relatif sangat singkat, apa lagi dengan adanya telepon genggam yang fungsinyapun sangat beragam.

Di bidang pendidikan atau pekerjaan, peran teknologi informasi tidak dapat kita hindarkan. Misalnya kita tidak mungkin mengecek data nilai siswa dari tahun ke tahun hanya dengan catatan di buku saja. Tentu komputer akan berperan dalam bidang ini. Bentuk-bentuk teknologi informasi dapat dijumpai dalam kehidupan sehar-hari, antara lain:
a)      Bidang telekomunikasi, melahirkan telepon dengan berbagai fungsi hingga muncul telepon genggam
b)      Kita dapat menikmati hiburan atau peristiwa bahkan yang aktual dari daerah atau negara lain dengan mudah melalui media radio atau televisi.    
c)      Tersedianya media perekam dalam bentuk CD (Compact Disk)
d)   Saat ini kehadiran internet mempermudah kita memperoleh informasi apapun dari negara manapun. Kita hanya duduk di depan computer kita dapat menjelajah dunia.
e)      Dengan jasa computer, pekerjaan perpustakaan menjadi lebih efisien, misalnya akses terhadap informasi dan tukar menukar data.

Teknologi informasi memang sangat menguntungkan dan memudahkan, pekerjaan, namun disisi lain juga ada kelemahannya, misalnya dengan penggunaan computer dapat menimbulkan pengangguran, karena banyak pekerjaan yang diambil alih oleh computer. Adanya penyalahgunaan data untuk kepentingan pribadi, apalagi penggunaan komputer online dapat dimanfaatkan orang untuk membobol bank dan mengakses data rahasia. Perlindungan terhadap hak cipta terhadap seseorang sulit diwujudkan. Ketergantungan terhadap computer, jika terjadi listrik mati, tidak dapat dioperasikan, belum lagi jika kena virus maka semua data akan hilang. Ketidakmampuan sumber daya manusia akan menimbulkan anggapan justru teknologi menghambat pekerjaan. Penggunaan computer online dapat dimanfaatkan orang untuk membobol bank dan mengakses data rahasia.

Perkembangan teknologi nano, yaitu teknologi yang mampu memperkecil atom menjadi 1/15.000 dari yang asli. Maka benda-benda apapun dapat dibuat sangat kecil, termasuk benda-benda padat, sehingga saat ini kita dapat membuat elemenelemen teknologi canggih seperti micro-chips dalam ukuran yang sangat kecil. Selain alat-alat teknologi sangat canggihpun dapat dibuat berukuran sangat kecil, seperti telepon seluler, komputer, pesawat televisi, radio, dan alat-alat kedokteran. Di bidang ilmu kedokteran, dengan adanya kecanggihan alat-alat kedokteran yang super mini, yang didukung oleh teknologi nano, dapat dikembangkan teknologi kedokteran yang mampu melakukan diagnose dan terapi berbagai penyakit yang semula hanya dilakukan dengan teknik yang beresiko tinggi, seperti pembedahan dan kemoterrapi.

Dengan ditemukannya teknologi nano pula akhirnya juga ditemukan pula teknologi genome. Teknologi genome berawal dari kemajuan yang sangat pesat dalam ilmu tentang gen, sehingga manusia akhirnya bisa mengintervensi proses terjadinya dan pertumbuhan gen. Awalnya teknologi genome hanya dapat digunakan dalam bidang pertanian, yaitu untuk pencangkokan bibit unggul sayuran dan buah-buahan. Tetapi lama kelamaan berkembang di bidang perternakan. Misalnya untuk mengembangkan ternak-ternak unggul, sampai akhirnya ditemukan teknologi cloning, yaitu penciptaan hewan (domba) hanya dari satu sel DNA hewan tersebut. Dalam ilmu kedokteran, teknologi ini sudah mulai diterapkan dalam kasus-kasus pencangkokan organ tubuh dan proses reproduksi bayi melalui tabung-tabung di laboratorium (dikenal dengan istilah bayi tabung). Bukannya tidak mungkin pada suatu saat akan dilakukan pada manusia.

Perkembangan Iptek seperti yang sudah dijelaskan di atas sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, selain itu juga akan ada dampak negatifnya, dan akan berpengaruh terhadap perilaku manusia pada khususnya, dan norma-norma budaya pada umumnya. Dampak negatif itu adalah sebagai berikut: fasilitas SMS (Short Massage Service) misalnya sangat berpengaruh pada menurunnya pengiriman lewat pos. Fasilitas internet memungkinkan majalahNewsweek di AS dibaca dalam waktu yang sama di Asia, koran Kompas dari Jakarta, terbit bersamaan denga versi daerahnya. Perkembangan teknologi di bidang informasi, juga menimbulkan masalahmasalah baru, khususnya yang menyangkut norma- norma sosial budaya. Teknologi informasi yang canggih, memungkinkan anak-anak bisa mengakses pornografi melalui internet, atau orang-orang yang buta politik membuka situssitus yang berisi hasutan dan provokasi tanpa bisa disensor sama sekali. Teknologi cloning manusia akan memicu permasalahan baru dalam etika, karena orang akan mempertanyakan sejauh mana teknologi ini dapat memberikan kemashlahatan bagi umat manusia, atau justru lebih banyak kerugiannya.

Demikian pula teknologi genome, menyebabkan lembaga perkawinan makin tidak diperlukan untuk melindungi proses reproduksi manusia. Sehingga hubungan seks ekstra akan bertambah banyak. Teknologi genome menyebabkan pula manusia menjadi berumur panjang, sehingga timbul permasalahan yang menyangkut orang-orang lanjut usia jumlahnya semakin lama semakin bertambah. Bahkan untuk permasalahan yang satu ini, ilmu pengetahuan telah mengembangkan suatu cabang ilmu baru yang disebut “gerontologi” yaitu ilmu tentang orang-orang usia lanjut.

E.   Dampak Iptek Terhadap Perubahan Sosial Budaya Masyarakat
Dalam perubahan sosial budaya dikenal adanya konsekuensi, yaitu hasil dari perubahan sosial budaya. Konsekuensi terbagi dua yaitu konsekuensi yang fungsional dimana masyarakat menjadi semakin tenteram, dan konsekuensi yang disfungsional dimana masyarakat mendapat akibat-akibat yang tidak diharapkan.Disorganisasi adalah perubahan sosial yang hanya sedikit atau bahkan tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Keadaan masyarakat yang mampu beradaptasi dengan perubahan disebut adjusment, sedangkan bentuk penyesuaiannya disebutintegrasi. Keadaan masyarakat yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan disebut maladjusment, yang akan menimbulkan disintegrasi. Beberapa dampak perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terhadapa perubahan sosial budaya masyarakat, yakni:
a)      Perbedaan kepribadian pria dan wanita
Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol. Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
b)      Meningkatnya rasa percaya diri
Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
c)      Tekanan
Adanya kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.

Meskipun demikian, kemajuan teknologi akan berpengaruh negatifpada aspek budaya, antara lain:
1.      Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi "kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani".
2.      Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi- tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.

Pola interaksi antar manusia yang berubahKehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.




BAB 3. PENUTUP

3.1.     Kesimpulan
Perubahan sosial merupakan segala perubahan dalam masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikapsikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat, yang berpengaruh terhadap masyarakat yang bersangkutan baik secara materiil maupun immateriil. Bedakan dengan perubahan budaya yang fokusnya adalah perubahan dalam segi budaya, seperti penemuan dan penyebaran mobil, penambahan kosakata dalam bahasa, bentuk seni baru, dan sebagainya.
Pengaruh kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi- inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia.
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap perubahan sosial-budaya dalam diri masyarakat. Salah satu dampak postifnya, adalah adanya kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras. Salah satu dampak negatifnya adalah, Pola interaksi antar manusia yang berubahKehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga.
Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri.

3.2.     Saran
Semoga makalah ini dapat menambah wawasan kita, khususnya bagi generasi muda Islam Indonesia. Keberadaan makalah ini, diharapkan dapat membentuk jiwa kekritisan dalam diri setiap pembaca, khususnya mahasiswa muslim. Kita sebagai generasi muda muslim, sebaiknya kita mampu mengetahui perubahan sosial budaya dalam masyarakat dari aspek perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti yang dipaparkan dalam makalah ini. Kami berharap, makalah ini dapat bermanfa’at dandijadikan sebagai bahan referensi, khususnya mengenai pengaruh IPTEK terhadap perubahan-perubahan sosial budaya dalam masyarakat.




DAFTAR PUSTAKA

Arnie Fajar. 2005. Portofolio dalam Pelajaran IPS. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Astrid S. Susanto Sumario. 1995. Globalisasi dan Komunikasi. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Koentjaraningrat. 2000. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Robert Angus Buchanan. 2006. Sejarah teknologi. Yogyakarta: Pall Mall.
Soedjito.S. 1986. Transformasi Sosial Menuju masyarakat Industri. Yogyakarta: PT Tiara Wacana.
Soeriaatmadja. r.e. 1977. Ilmu Lingkungan. Bandung: ITB.
Satjipto rahardjo, dkk. 2000. Problema Globalisasi, Perspektif Sosiologi, Hukum,Ekonomi, Agama. Surakarta : Muhammadiyah University Press.
Tarsis Tarmudji. Aspek Dasar Kehidupan Sosial. Yogyakarta: Liberty.
arisudev.wordpress.com/2010/11/29/perubahan-sosial-budaya.
id.wikipedia.org/wiki/Perubahan_sosial_budaya.
www.leapidea.com/presentation.

1 komentar:

  1. perkembangan budaya di indonesia semakin menurun dan generasi -generasi ini mereka lupa budaya yang ada setiap suku-suku

    BalasHapus